Berita

Soft launching ZiGY

08/Oct/2014

Layanan internet saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi setiap keluarga. Segala macam konten di internet dapat dengan mudah dan bebas dapat diakses sebagai bagian dari sarana penunjang pekerjaan maupun pendidikan sekaligus sebagai sarana hiburan dan bersosialisasi.

Banyaknya konten yang disediakan tidak sedikit juga terdapat konten-konten negatif yang tidak layak untuk diakses oleh keluarga terutama bagi anak-anak. Konten negatif, yang terdiri dari situs porno maupun games itu, saat ini mudah diakses oleh anak. Akibatnya, membuat para orang tua menghadapi dilema dalam menyediakan fasilitas internet di rumah, karena khawatir akan membawa dampak buruk untuk pertumbuhan mental kejiwaan anak-anak mereka.

GMedia yang berada di bawah PT. Media Sarana Data sebagai penyedia layanan internet (Internet Service Provider) di Indonesia berpusat di Yogyakarta menghadirkan solusi untuk mengurangi kekhawatiran konten negatif bagi anak-anak. Produk dari GMedia bernama Zigy yang memiliki tag line Family Internet Broadband, merupakan layanan internet keluarga pertama di Indonesia yang mensinergikan antara kecepatan akses dan content filtering, yang dapat diatur sesuai keinginan dan kebutuhan.

"Ini adalah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk saat ini yang merupakan produk bentuk awarnes dan kepedulian kesehatan mental, akhlak untuk anak-anak di usia SD sampai SMA. Peranan kami sebagai operator dan internet untuk bisa memfilterisasi internet. Orang tua tidak bisa selalu dari waktu ke waktu untuk menemani anak-anak mereka dalam bermain di dunia internet. Produk inilah yang sudah selama 2 tahun kami proses sehingga menjadi satu produk bernama Zigy. Di Amerika, Canada dan Belanda ada lembaga bertugas untuk memblock situs-situs porno. Di luar negeri sudah ada lembaga yang bertugas untuk itu," kata Direktur Operasional Gmedia Priyo Suyono disela-sela peluncuran Zigy Broadband di Ruang Pertemuan Crown Plasa Hotel Lantai 7, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (10/9).

Zigy ini dikembangkan oleh talenta-talenta lokal Semarang. Zigy diklaim sebagai layanan internet keluarga pertama di Indonesia yang mensinergikan antara kecepatan akses dan konten filtering, di mana content filtering dapat disesuaikan dengan keinginan dan kebutuhan.

"Jauh sebelum pemerintah melakukan itu kita sudah mulai memproses dan merancang program itu untuk mengantisipasi dan menyehatkan penggunaan komputer bagi anak-anak,"ungkapnya.

Zigy dilengkapi dengan sistem parental control yang berbasis cloud dengan nama ZigySafe, di mana para orang tua bebas mengatur konten apa saja yang perlu di filter serta kapan filter tersebut diaktifkan.

Sistem filtering yang terdapat pada ZigySafe juga mempunyai kemampuan untuk update secara otomatis, dan bisa berjalan secara bersamaan yang tidak berpengaruh pada kecepatan akses internet di mana akses akan tetap berjalan cepat dan stabil.

"Dengan menggunakan Zigy orang tua bisa mengatur konten apa saja yang boleh dan tidak boleh diakses oleh anak-anak terutama konten-konten negatif yang berbau porno," tuturnya.

Kota Semarang menjadi kota pertama yang akan mendapatkan layanan internet Zigy. Dan untuk mendukung kelancaran jaringan Gmedia sudah menyiapkan 25 base transceiver station (BTS) yang tidak hanya untuk menjangkau wilayah Kota Semarang namun juga daerah-daerah lain seperti, Ungaran, Salatiga, Demak, Kendal, Kudus hingga Jepara.

Dengan penggunaan Zigy, diharapkan anak-anak bisa menghindari akses yang tanpa sengaja membuka konten yang tidak pantas (situs porno), kemudian terhindar dari cyber bullying. Atau kekerasan yang dialami pengguna internet dalam bentuk perkataan atau gambar dan dilakukan melalui media internet. Kemudian, penggunaan internet yang tidak mengenal waktu dengan akses sosial media dan online game yang terlalu berlebihan.

"Selain itu bisa terhindar dari virus yang berasal dari website/ situs yang tidak jelas, virus, trojan dan worm banyak berasal dari konten yang di download melalui internet, web pishing dan penipuan e-commerce," pungkasnya.

Supported by:

Temukan Kami: